-Author :
Kim Shira (pengarang) dan Kim Rulnia (penulis)
-Main Cast :
Kim Kibum, Kim Shira, Lee Donghae, Kim Rulnia, kyuhyun, Yesung,
-Supporting Cast :
Im Noo Mee (Nova aulia), Park Yun Rhi (wahyuni), Baek Jun Wea (Wafa), Wookie, Sungmin, Ryeewok, Siwon.
-Genre :
Romatic, love, friendship
------------
Malam itu hujan deras. Sesekali petir menyambar memekakkan telinga. Keadaan yang gelap semakin terlihat buram dan adanya hujan malam itu. Dikejauhan tampak seorang namja yang sedang berlari sambil melindungi kepalanya dengan sebuah jaket kulit. Dia menuju haltebus di pinggir jalan yang sepi.
“ah sial,” katanya sambil mengibas-ngibaskan bajunya yang basah kuyup.
Dia lalu berniat untuk duduk dikursi tunggu, tapi langkahnya terhenti karena dia melihat seorang yeoja dengan gaun biru sedang duduk disana. Yeoja itu tertunduk lesu, wajahnya pucat badannya basah kuyup dan dia gemetaran sambil sesekali mengusap matanya.
“kenapa dia? Apa dia sedang menangis ?” pikir namja itu. “hm, dia pasti kedinginan.”
Beberapa saat kemudian namja itu pun melangkahkan kakinya menuju yeoja itu tapi, “krriinngg krriinngg”, “ahh!” yeoja itu menoleh dengan kaget kearah namja itu dengan tampang takut-takut. Namja itu merasa salah tingkah, dia tersenyum pada yeoja itu dan segera mengangkat telponnya.
“yeoboseyo”? jawabnya.
“yesung ah”, kata suara diseberang telepon. “kau dimana?”
“sungmin ah” jawab yesung, “aku sedang di haltebus, hujannya deras sekali”.
“cepat pulanglah yesung ah”, kata sungmin. “danggkoma mu belum makan sejak siang tadi”.
“mwo?” jawab yesung. “dia tak mau makanan dariku, dia hanya ingin makanan darimu saja.”
“aigyo” desah yesung. “baiklah, aku akan segera pulang”, yesung pun menutup telponnya lalu menoleh lagi kea rah yeoja itu yang masih tertunduk, kemudian dia menghampirinya.
“annyeong” sapa yesung.
“aa..aa.annyeong” sapa yeoja itu terbata-bata tanpa mengangkat kepalanya. Dia terlihat ketakutan. Yesung heran, “jeoneun yesung imnida”, kata yesung.
“ne” , jawab yeoja itu.
“namamu?” Tanya yesung. Yeoja itu menoleh dan menatap yesung. “hyaa, dia punya mata coklat yang indah”, batin yesung.
“a.aa.aaku harus pulang sekarang”, kata yeoja tiba-tiba dan menyandang tasnya kemudian dia berdiri.
“tunggu__” yesung reflex menarik tangan yeoja itu. Yeoja itu semakin terlihat ketakutan. “lepaskan, kumohon…” rintihnya. Yesung semakin bingung dibuatnya.
“baiklah”, kata yesung sambil melepaskan tangan yeoja itu, “tunggu sebentar”. “mwo?” Tanya yeoja itu.
Yesung mengambil jaket kulitnya dan memakaikannya pada yeoja itu.
“pakailah, kau lebih membutuhkannya.”
Yeoja itu berlari melawan hujan. Yesung memperhatikannya sampai bayang-bayang yeoja itu menghilang dikegelapan.
Kemudian dia berniat untuk berlari pulang tapi dia merasa ada yang janggal. Di kursi tunggu itu terdapat sebuah buku tebal bersampul coklat yang sedikit basah. Yesung pun mengambil buku itu.
“apa ini punya yeoja itu?” pikirnya. Dia membuka lembaran pertama, disana tertulis sebuah nama.
********
Seorang gadis berambut pendek sedang duduk di tepi jendela kamarnya sambil menyisir rambutnya.
“rul eonni ah” panggil seorang yeoja berambut panjang dan menghampirinya.
“shican?” jawabnya. “haeppa kemana sih? Dia lama sekali.”
Rul hanya tersenyum, “molla saeng, tadi dia bilang ingin ke rumah yeppa dan minppa.”
“hyaaa, kenapa dia tak mengajak kita? Aku kan kangen sekali dengan mereka!” kata shi.
“ne, aku juga” jawab rul.
Memang, yeppa dan minppa adalah teman hae, bum dan kyu. Tapi rul dan shi sangat menyukai yes dan min layaknya seorang oppa, kadang-kadang mereka berkumpul dan bermain dangkoma bersama-sama diwaktu libur.
“dimana bum?” Tanya rul.
“sedang main game dengan kyu ah”. Jawab shi singkat.
Tiba-tiba , “toktoktok”.
“ahh, itu pasti haeppa” kata rul. Mereka pun segera menghampiri hae yang sudah duduk bersama kyu dan bum di sofa. “dengarkan, aku membawa berita.” Kata hae setelah rul dan shi menghampirinya.
“apa itu?” Tanya rul. “yes hyung.” Jawab hae. “kenapa dia?” Tanya kyu. “mulai besok, dia akan pindah dan tinggal bersama kita.” Jawab hae lagi.
********
Esok harinya, kyu, bum, dan hae pun pergi menjemput yesung di stasiun sedangkan rul dan shi menunggu dirumah.
2 jam kemudian. Toktoktok.cklek.
“hyaaa, yeppa !! annyeong hamnika?”sambut rul dan shi begitu yesung datang. Yesung tersenyum, “jal hanikka” jawabnya. “kau bawa dangkomamu?” Tanya shi. Yesung tertawa mengangguk, “ne, aku sangat merindukan kalian shican, rulnia.” “kami juga merindukanmu oppa” jawab rul.
“kajja ku tunjukkan kamar barumu.” Ajak rul. “setelah itu kita makan sama-sama, ini sudah waktunya jam makan siang.”
Yes menurut, dia pun meletakkan semua barangnya dikamar yang ditunjukkan rul dan mereka pun segera makan siang bersama.
Diruang makan.
“tapi hyung, kenapa kau tiba-tiba pindah kesini, bukankah disini jauh dengan sekolahmu?” Tanya bum tiba-tiba.
Yesung menatap bum, “yaahh, mulai minggu depan aku akan pindah kesekolah kalian, lalu ku lihat rumah kalian cukup dekat dengan sekolah itu, jadi kupikir lebih baik sekalian tinggal bersama saja, begitu.” Jawabnya .
“Mwo ? pindah sekolah ? wae ? tanya kyuhyun.
“aku hanya ingin pindah.” Jawab yes singkat.
“hanya itu?” tanya kyu lagi.
“ya, aku bosan dengan sekolah ku disana, jadi kupikir lebih baik aku pindah.” Jawab yesung dengan serius.
“bagaimana pendapat orangtuamu ?”
“mereka setuju, apalagi ku katakan bahwa aku akan tinggal bersama bum, hae dan kyu. Mereka tak keberatan.”
“aigyo…”
“kenapa, kalian keberatan?” tanya yes.
“anniyo oppa, aku senang kau disini.” Jawab rul.
“ne, aku juga.” Lanjut shi.
“aku juga tak keberatan kok, selamat datang hyung, semoga kau senag disini.” Jawab bum.
“ya hyung.” Jawab kyu dan hae. “gomawo saeng, gomawo.” Jawabnya.
**********
Seminggu kemudian.
“hyaa, yeppa, palli yo.” Teriak rul.
“ne.” jawab yesung sambil memakai sepatunya.
Hari ini adalah hari pertama dia masuk sebagai anak baru disekolah barunya.
“hyaa, kau tampan sekali.” Kata rul.
“mwo?” teriak hae.
“hahahaha, tentu saja kau yang paling tampan untukku.” Kata rul sambil menggandeng hae.
“ahh, asik sekali yang sudah punya pacar” , desah kyu. “hyung, aku boleh menggandeng shican?”
“MWO?! Ahh, anniyo !” jawab bum sambil menarik shi menjauh dari kyu.
Hae, yes dan rul hanya tertawa melihat adegan itu.
“ahh ntah mengapa aku yakin sekali kalau yeppa akan punya banyak fans dalam waktu singkat disana.” Kata rul.
“ne” jawab hae.
Yes hanya tersenyum. Mereka akhirnya menikmati perjalanan menuju sekolah mereka dengan gembira.
Dugaan rul dan hae bahwa yes akan tenar di sekolah baru itu ternyata benar terjadi. Hari pertama yes masuk kekelasnya, dia langsung di kerubuni wanita-wanita yang bahkan dari kelas berbeda. 2 kemudian berita mengenai yesung sudah diketahui dengan baik oleh kelas 1 sampai kelas 3. Dan tak heran dalam waktu singkat, yesung sudah mempunyai fansclub tersendiri. Tapi yes tidak memperdulikan hal itu. Ntah mengapa dia terasa sedikit dingin dan cuek pada wanita-wanita yang mengejarnya sehingga membuat mereka semakin tertarik.
Dengan menyandang sebagai saeng yesung itu membawa beban tersendiri bagi shi dan rul. Sejak saat yesung tenar, mereka juga banyak dikerubuni oleh wahnita-wanita yang ingin tau tentang yesung.
3 minggu kemudian. Tet.tet.tet.tet.
Bel istirahat pun berbunyi. Seorang guru mengucapkan kalimat penutu dan meninggalkan kelas. Shican menatap cemas ke seleuruh penjuru kelas. Dan sedetik kemudian dia sudah dikelilingi oleh teman-temannya.
“shican? Ne, shican yeppa itu oerang seperti apa sih?” “shican, apa yeppa sudah punya pacar? “yeppa suka warna apa?”. “hyaa, bagaimana dengan tipe wanitanya.” “asik sekali shican, kau serumah dengannya, apa aku boleh menginap dirumahmu malam ini?”
Shican gelagapan menjawab semua itu. Mereka mengerubuni shican seakan dia menjadi telik penting untunk mendapatkan yesung.
“hyaa, shican isseoyo?” teriak seorang namja di muka kelas.
Seketika keadaan senyap. Mereka melihat ke muka kelas.
“bumppa.” Rintih shican.
Kibum hanya tersenyum, dia menghampiri shican dan menariknya dari orang-orang yang menggerubunginya.
“aku pinjam sebentar” , kata bum sambil menggandeng shican keluar kelas dengan tatapan kecewa dari teman-teman shican.
“gomawo oppa” , kata shican.
“goenchana” , jawab bum. “sepertinya aku dan hae harus extra menjaga kalian karena sejak yesung hyung pindah, kalian menjadi sasaran.”
Shican tersenyum malu. “ayo kita ke tempat hae dan rul” , ajak kibum.
Mereka pun menghampiri rul dan hae yang sedang duduk di bawah pohon yang daunnya sedang berguguran.
“hyaaa kibum ah, wanita itu lucu sekali” , kata hae sambil tertawa. “teman-teman rul gencar sekali mendekatinya, aku jadi heran mereka berburu yesung hyung atau rulnia, ahh dan aku sempat cemburu tadi, kenapa mereka tidak menemui yesung sih?”
Kibum mengangguk “ne, aku jadi semakin khawatir dengan shicanku, dia dikerubuni setiap istirahat dan pulang sekolah, itu membuatku cemas.”
“yesung hyung benar-benar tenar” , jawab hae, “aku jadi rindu saat aku dan bum tenar dulu, semua wanita mengejar kami, bahkan rul dan shi juga kan ?”
“aku tidak mengejarnya, dia yang mengejarku !” jawab shi cemberut. “yah, tapi sekarang kita tidak setenar dulu sejak kita punya pacar” , lanjut hae.
“maksudmu kau menyukai statusmu yang dulu?” sahut rul.
Hae tertawa, lalu memeluk rul. “anniyo, aku lebih menyukai yang seperti ini” , jawab hae.
“ngomong-ngomong dimana yesung oppa?” tanya shican.
“hmmm” , bum melihat sekeliling “ahh, itu dia.”
Kibum menunjuk seorang namja yang sedang berjalan dikoridor kelas sambil membaca sebuah buku. Dibelakannya dengan radius 5 meter, ada sekitar 20 orang yeoja yang mengikutinya dari belakang.
“hyaa, yesung hyung! Kemari!” teriak bum dan hae. Yesung menoleh, lalu menghampiri mereka diikuti dengan yeoja-yeoja itu dari belakang.
“kau tau, banyak sekali yeoja yang mengikutimu hyung” , kata bum.
“aku tau” , jawab yesung acuh tak acuh dan tak peduli.
“kau tak mau memilih salah satu diantara mereka hyung? Siapa tau kau mendapatkan gadis yang menarik seperti rul dan shi.”
“sebenarnya” , kata yesung sambil tersenyum licik. “aku hanya menyukai rul dan shi” , jawabnya sambil merangkul rul dan shi.
Hae dan bum melotot. “hyaaaa” , teriak mereka.
Yesung tertawa melihat reaksi hae dan bum, rul dab shi pun ikut tertawa geli. Dikejauhan, para yeoja itu mendelik dan mengambil kesimpulan dari apa yang mereka lihat saat itu.
Sore itu keadaan sekolah terlihat sepi karena jam pulang sudah lewat 1 jam yang lalu, tapi tidak pada kenyataannya. Disebuah aula, para yeoja yang terdiri dari anak kelas 1, 2, dan 3 berkumpul. Mereka akan rapat untuk membahas masalah yesung. Masing-masing kelas mempunyai juru bicara. Jubir pertama adal Noo Mee, jubir keedua adalah “Park Yun Rhi” dan jubir ketiga adalah “baek jun wea”. Mereka berdiskusi selama 2 jam dengan tema bahasan mengenai yesung yang mereka selidiki hari itu.
“baiklah” , kata Jun Wae, “dapat disimpulkan bahwa Kim Shira dan Kim Rulnia adalah satu-satunya wanita yang dekat dengan yeppa kita.”
“selain itu” , sahut Noo Mee, “berhubung shi dan rul sudah punya bum dan hae, itu berarti mereka tidak akan mengambil yeppa.”
“jadi” , lanjut Yun Rhi, “mereka pasti bisa bantu kita mencari info tentang yeppa.”
“ingat yeppa itu milik bersama, jadi kita harus menikmatinya bersama, siapa saja yang mengambil yeppa untuk diri sendiri dia akan dikeluarkan dari club ini dan dikucilkan” , kata jesica, ketua fansclub itu. “dan noo ah, yun ah, wea ah, kalian ditegaskan untuk mencari info tentang yeppa seminggu kedepan.”
to be continue .....
tunggu part 2 nya ya chingu :D